RINGKASAN KHOTBAH IBADAH GPSDI JKA

IBADAH -  14 November 2021


TUHAN MEMANGGIL AKU

Pengkhotbah: Pdm. Yosia Singgih

Matius 8:18-22

 

                Yohanes 15:16 (TB)  “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

 

Mengikut Yesus bukanlah suatu pilihan, tetapi suatu panggilan. Tuhan memanggil kita dengan cara yang berbeda-beda. Sekalipun kita lari dari panggilan Tuhan dan ketika Tuhan sudah memanggil, Tuhan akan panggil kita. Mengikut Yesus juga memiliki syarat, yaitu hidup dalam janji Tuhan. Mengikut Yesus seringkali berhadapan dengan rahasia Allah.

Bersama Yesus kita cakap menanggung segala perkara, kita akan memuliakan Tuhan, menjadi Kristen yang sejati, Kristen yang benar-benar mengikut Yesus dan menjadi pengikut Yesus.

Penderitaan yang kita alami sekarang dapat kita ubah menjadi berkat dalam nama Yesus dan oleh Yesus jalan kebenaran dan kepastian bagi kita juga.

Icon Man
Pdm. Yosia Singgih

IBADAH -  7 November 2021


TAAT TANPA KOMPROMI

Pengkhotbah: Pdp. Nelmar Barasa

Daniel 1:1-17, Imamat 19:2, Ulangan 6:4-5, Filipi 2:8

 

Allah ingin kita taat tanpa kompromi. Hanya ada 2 perintah. yaitu perintah dari Allah dan perintah dari iblis. Perintah mana yang akan kita lakukan??

Jangan sampai kita salah ambil keputusan!

Ketaatan berarti kita menunjukkan penyerahan total pada kehendak Tuhan. Ketaatan lebih berharga daripada korban penyembahan. Motifnya adalah untuk mengasihi Tuhan.

 

Dampak kita taat tanpa kompromi:

1.    Dipercaya manusia (Daniel 6:28)

2.    Dipercaya Allah (Daniel 1:17)

3.    Melindungi masa depan (Daniel 6:18-23)

 

Bagaimana agar kita taat tanpa kompromi?

1.    Menyadari kasih Allah

2.    Taat dan serahkan konsekuensinya kepada Tuhan

3.    Kekuatan dari Roh Kudus adalah dasar dari ketaaatan


Icon Man
Pdt. Nelmar Barasa

 

IBADAH -  31 Oktober 2021


ASUMSI

Pengkhotbah : Pdt. Wawan Sukarnawan

Matius 19:16-26

 

Ada fakta mengatakan bahwa:

Sebagian masalah di dalam kehidupa kita disebabkan oleh asumsi. Asumsi adalah kita berpikir bahwa kita tahu, kita pikir hal itu benar dan kita jadikan fakta. Asumsi itu bisa betul, bisa salah. Dan kita tidak akan tahu kalau kita tidak bertanya. Bertanya akan mengklarifikasikan pikiran.

 

Selain kita bertanya kepada orang lain, kita juga harus bertanya kepada diri sendiri.

Mengapa saya makan? Mengapa saya bangun pagi-pagi? Mengapa saya ke gereja?

Jadi kita harus tahu mengapa kita melakukan sesuatu?

 

Apa asumsi yang terdapat pada Matius 19:16?

Asumsinya untuk memperoleh hidup yang kekal, kita harus melakukan perbuatan yang baik.

Perbuatan baiknya seperti apa? Hanya satu yang baik, yaitu Allah.

 

Ada satu kebenaran pada Matius 19:17, yaitu Turutilah segala perintah Allah, kalau engkau mau masuk ke dalam hidup.

Perintah yang mana? Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Kalau kita mau sempurna, ikutlah Tuhan, mengasihi Tuhan dengan segenap hati.

Jangan mengasihi hal lain lebih daripada kita mengasihi Tuhan.

Kita harus kumpulkan harta di sorga, bukan di dunia!

bg pt
Pdt. Wawan Sukarnawan              

IBADAH -  24 Oktober 2021


MENUAI DI MASA SUKAR

Pengkhotbah : Pdt. Alfa Rasu

Kisah Para Rasul 16:23-33

 

1 Korintus 15:58 (TB)  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

 

Dalam menabur ada 4 cara:

1.    Memberi dengan murah hati

2.    Menabur kebaikan

3.    Menabur kabat baik (menginjili)

4.    Giat di dalam pekerjaan Tuhan

 

Setiap kita diperlengkapi talenta. Setiap kita punya kapasitas. Kita harus dasar bahwa Tuhan kita yang hebat, bukan diri kita yang hebat. Apapun yang kita miliki, itu adalah milik Tuhan. Kapasitas Tuhan ada di dalam diri kita.

Masa sukar adalah situasi keadaan yang sulit, doa-doa yg belum terjawab. Masa sukar bukan hanya sekedar sulit untuk hidup, masa sukar adalah dimana orang terlalu cinta uang, terlalu cinta diri sendiri.

Bagaimana bisa menuai di masa sukar:

1. KOMITMEN : Tetap menabur, memberi, menginjil apapun situasinya, karena berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, karena Roh Kudus yang mengubah hati

2. KONSISTEN : Terus bersemangat walaupun orang-orang di sekitar tidak mendukung kita, setia

3. SIKAP : Ketika kita diberkati Tuhan, tetaplah rendah hati

4. Mengubah pola piker : memandang seperti cara surga memandang, karena masalah kita harus dipandang dengan sudut pandang yang berbeda

5. Berserah, tetap percaya, tetap bersyukur

 

Jadilah penuai di masa sukar!

Icon Man
Pdt. Alfa Rasu

IBADAH -  17 Oktober 2021


PERTOLONGAN YANG AJAIB

Pengkhotbah : Ev. Ferdi Temendi, S.E., M.Th.

Mazmur 135:3-4

 

Mazmur 135:3 (TB)  Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah!


GOD IS SO GOOD!

Ya! Tuhan itu baik!

Kita ada sampai saat ini karena pertolongan Tuhan yang begitu ajaib. Kita adalah umat Tuhan yang sudah dipilih oleh Tuhan.

Apa yang menurut kita tidak mungkin, mungkin bagi Tuhan.

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil!

Ketika kita dihadapkan suatu masalah, Tuhan yang akan memberikan jalan keluar.

Jangan berputus asa, jangan putus harapan karena ada Tuhan.

Berharaplah hanya kepada Tuhan!

  

Icon Man
Ev. Ferdi Temendi              

IBADAH -  10 Oktober 2021


BANGKIT DAN JADILAH TERANG

Pengkhotbah : Pdt. Wawan Sukarnawan

Yesaya 60:1

 

Yesaya 60:1 (TB) “Bangkit, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.”

Apakah Yesus berharga bagi Saudara?

Apakah Yesus masih menjadi prioritas dalam hidup Saudara?

Kalau Yesus berharga, pasti kita akan terus memuliakan, merawat, melindungi hal tersebut, dan terus memprioritaskan Dia. Jangan sampai kita jadi yang terakhir!

“Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir  akan menjadi yang terdahulu.” Matius 19:30

 

Mari kita BANGKIT DAN JADILAH TERANG!

Jangan terus tertidur dan tidak peduli.


bg pt
Pdt. Wawan Sukarnawan

IBADAH -  3 Oktober 2021


Menjangkau Jiwa

Pengkhotbah: Ev. Agus Nugroho

1 Korintus 9:16-17

 

1 Korintus 9:16-17 “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.”

Memberitakan Injil adalah tugas dan kewajiban yang harus dlakukan setiap orang percaya.

Alasan menjangkau jiwa:

1.         Yesus melakukan Pekabaran Injil, maka kita pun harus seperti Yesus yang melakukan pekabaran Injil

2.         Perintah/Kehendak Allah, ini merupakan amanat agung (Matius 28:18-20)

3.         Karena Kasih, kita adalah orang-orang yang sudah ditebus oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Kita sudah mendapatkan keselamatan dan kasih dari Yesus. Apakah kita memiliki kasih kepada orang-orang yang belum percaya Yesus?

Hal-hal penting dalam Penjangkauan:

1.         Tentang Allah: Allah adalah pencipta Alam Semesta, tujuan penciptaan

2.         Tentang Dosa: Kejatuhan manusia dalam dosa, arti dosa, iblis sumber dosa, upah dosa

3.         Tentang Keselamatan: Kasih Allah, penebusan, salib Kristus

Sasaran penjangkauan dalam pekabaran Injil adalah orang yang belum mengenal Yesus, orang yang sudah pernah mendengar tetapi belum percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, orang yang mengaku sudah percaya dan menerima Yesus Kristus tetapi tidak menunjukkan sikap hidup orang percaya, dan semua orang.

Mari, kita mulai memberitakan Injil, menjangkau jiwa melalui hidup kita, maka orang yang belum percaya Yesus akan melihat Yesus ada di dalam hidup kita.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kisah Para Rasul 1:8




122991839_171160574632520_3315861656951994268_n
Ev. Agus Nugroho        

 

IBADAH -  26 September 2021


Hidup dalam Panggilan

Pengkhotbah: Pdp. Helvi Baskoro

Daniel 1:3-8

 

Tuhan sudah memilih kita, Tuhan sudah menetapkan kita. Dan kita perlu menyadari panggilan itu. Ketika kita berpikir untuk hidup semau kita, kita sedang tidak memenuhi panggilan kita. Ketika iman kita tidak kuat di dalam Tuhan, kita akan mudah melakukan yang iblis mau dan akhirnya kita jatuh ke dalam dosa.

 

Ciri-ciri orang hidup adalah bertumbuh di dalam Tuhan, bergerak menuju hal yang lebih lagi. Kita harus bangga, harus bersyukur karena kita ini buatan Allah, spesial dan luar biasa. Bahkan kita dibuat segambar dan serupa dengan Allah. Dan kita harus bertanggung jawab dalam hidup kita. Kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik. Tuhan punya rencana yang besar untuk kita.

 

Kita perlu menetapkan diri untuk tidak menajiskan diri seperti Daniel. Tuhan berikan free will kepada kita. Keputusan ada di tangan kita, tetapi mau tidak kita ikut Tuhan? Karakter Kristus harus tinggal di dalam hidup kita.

 

Ada 3 ciri agar kita tahu panggilan kita:

1. Suka melakukannya (Enjoy)

2. Mudah melakukannya (Easy)

3. Dampak, berbuah, menghasilkan sesuatu (Fruitfull/berbuah)

 

Kalau kita sudah tahu panggilan kita, maksimalkan panggilan tersebut!

 

Seringkali kita panik, mengeluh ketika kita menghadapi permasalahan yang begitu berat. Belajarlah untuk melakukan respon yang benar, yaitu tetap bersyukur. Kita merasa tidak mampu, tetapi Tuhan akan mampukan kita. Andalkan Tuhan!

 

Hidup dalam panggilan merupakan proses dan bukan sesuatu yang instan. Bangunlah hidup bermoral dari yang sederhana dan terus bertumbuh hingga dewasa.

 

Belajar 3 hal penting tentang hidup dalam panggilan:

1. Mengerti identitas diri dalam panggilan

2. Melaksanakan panggilan

3. Berdampak karena konsisten dalam panggilan




Icon Man
Pdp. Helvi Baskoro        

 

IBADAH -  22 Agustus 2021


Pengkhotbah: Ev. Filipus Ferdinand


MENGERJAKAN KESELAMATAN


Filipi 2:12, 2 Korintus 8:7-12

 
   Kerjakanlah keselamatanmu!
 
   Mengerjakan Keselamatan yang Paulus maksud berkaitan dengan tindakan kasih kepada saudara-saudara seiman, pelayanan kasih yang ditunjukan kepada sikap mau memberi, membantu orang lain. Allah memanggil kita untuk mengerjakan keselamatan dengan cara berbuat baik kepada orang lain. Mengerjakan keselamatan, yaitu menghidupi keselamatan dengan berbuat baik, melakukan tindakan kasih kepada orang lain.
 
Ada 2 hal yang seharusnya mendasari hati kita ketika kita dipanggil untuk mengerjakan keselamatan:


1. Harus didasarkan atas kesadaran kita bahwa kita telah terlebih dahulu menerima keselamatan (keselamatan itu sudah ada, kita tinggal terima dan kerjakan).
2. Melakukannya dengan sukarela dengan apa yang kita miliki dengan penuh kerelaan hati.

   Di masa pandemi ini banyak orang yang hidupnya susah, yang sudah susah semakin susah. Mengerjakan keselamatan ini adalah perintah Tuhan untuk kita dalam situasi apapun. Tuhan mau kita mengerjakan keselamatan di tengah-tengah kesulitan. Bersungguh-sungguhlah dalam mengerjakan keselamatan! Mari kita kerjakan keselamatan dengan melakukan tindakan kasih, pelayanan kasih.


Icon Man
Ev. Filipus Ferdinand        

 

IBADAH -  15 Agustus  2021


Pengkhotbah: Pdt. Irwan Pranoto


KUASA DOA ORANG PERCAYA

Mazmur 3

 
   Doa adalah suatu hak istimewa yang Tuhan anugerahkan kepada setiap orang percaya. Mazmur 3 adalah mazmur pertama yang isinya adalah doa di masa yang kelam. Daud merasakan kuasa doa di tengah krisis. Belajar dari doa Daud.
 
Ada 2 hal penting:
1. Kuasa DOA yang meneguhkan dan meneduhkan

Tuhan adalah perisai yang akan melindungi kita.
Tuhan adalah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
 
2. Kuasa DOA yang membangkitkan

Bukan hanya percaya, tetapi juga berserah, menyerahkan kekuatiran kita.
Doa akan membangkitkan semangat kita di tengah-tengah kesulitan ini.
 
Doa akan menolong kita untuk mendapatkan kekuatan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan.
Fokus kita, harap kita haruslah hanya kepada Tuhan.
Tuhan mendengar setiap doa-doa kita.
Tuhan tidak pernah jauh. Dia hanya sejauh doa.
 
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” (Matius 7:7-8)


Icon Man
Pdt. Irwan Pranoto           

IBADAH - 8 Agustus 2021


Pengkhotbah: Pdt. Hari Soegianto


TUHAN PERLINDUNGAN KEKAL


Mazmur 90:1-17

 
Saat ini kita berada di sebuah krisis yang berkepanjangan. Krisis kesepian, krisis ekonomi, krisis ketidakberdayaan. Kita dilingkupi rasa khawatir di hari-hari sekarang. Hidup manusia di dunia itu sementara. Hidup manusia itu singkat. Hidup manusia itu sulit. Terkadang dibalik kesuksesan kita pun, kita sering mengeluh.
 
Tuhan mengijinkan kita berada di situasi ketidakberdayaan ini agar kita datang kepada Tuhan. Karena Tuhanlah tempat perteduhan, Tuhan lah sumber kekuatan kita yang dapat diandalkan. Tempat perteduhan itu tempat perlindungan, berbicara tentang rumah, dimana ada keteduhan, ada kenyamanan. Ketika ketidakpastian, ketakutan menghampiri kita, carilah tempat perlindungan, yaitu Tuhan. Hampiri Tuhan sebab Dia tempat perlindungan.

 
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)
“dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” (Yohanes 10:28)


Icon Man
Pdt. Hari Soegianto

IBADAH - 1 Agustus 2021


Pengkhotbah: Ev. Kumala Andjani


THIS IS THE MOMENT


Ester 2, Ester 4-5, Ester 8

 
     Ester adalah gadis yatim piatu yang diasuh oleh pamannya (Mordekhai), dibawa pada waktu bangsa Yehuda dibuang ke Babel (Ester 2:5-6). Dan Ester terpilih menjadi calon pengganti Ratu Wasti. Ester pernah merasakan special moment dan juga critical moment, dimana dia mendapat ancaman bahwa akan dipunahkan dari yang muda sampai tua. Ketika Ester mendapat special moment, Ester tidak lupa diri, Ester tetap ingat bangsanya, tetap ingat kepada Tuhan.
 
     Dalam setiap kehidupan, kita pasti pernah merasakan special moment. Special moment, dimana kita berada di zona nyaman, bersyukur, dan kita merasa bahagia. Tetapi, seringkali kita juga merasakan critical moment, dimana kita tidak pernah membayangkan pendemi datang tanpa ada peringatan dan pandemi ini melanda seluruh dunia, kehilangan orang-orang yang kita kasihi, ekonomi terpuruk, dll. Hal yang penting adalah bagaimana respon kita ketika kita dihadapkan pada situasi sulit. Dampak dari respon yang benar adalah pembelaan Tuhan. (Ester 8:8,11)
 

Respon Mordekhai:                                    Respon Ester:
1. Berkabung (Ester 4:1)                             1. Berdoa puasa (Ester 4:16)
2. Berpuasa (Ester 4:3)                              2. Bertindak dengan iman (Ester 5:1-2)
3. Berserah kepada Tuhan (Ester 4:14)   3. Berhikmat (Ester 5:4)
 
Milikilah respon yang benar seperti Ester dan Mordekhai, praktekkan respon yang benar dengan 5M, yaitu saling: Memperhatikan, Menguatkan, Mendoakan, Menasehati, Memberkati.
 
“Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, tetapi Dia berjanji selalu menyertai kita.”


Icon Woman
Ev. Kumala Andjani

IBADAH - 25 JULI  2021


Pembicara: Pdt. Wawan Sukarnawan


Matius 26:41

 
Apakah covid-19 sudah melemahkan iman kita?
Apakah kita sedang putus asa atau kita tetap semangat dalam menghadapi pandemi ini?

 

Kita harus percaya bahwa ada Tuhan yang sanggup menyembuhkan, sanggup menopang kita!
Kita perlu menjaga mental kita, jangan sampai kita khawatir bahkan menjadi depresi oleh karena pandemi ini. Jangan sampai iman kita menjadi lemah dan pengharapan kita kepada Yesus menjadi hilang. Ketika kita berhasil, janganlah kita menjadi sombong. Kejayaan, kemewahan, keadaan pandemi ini jangan sampai menjadikan kita jauh dari Tuhan.


“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Matius 26:41


Datanglah kepada Tuhan dengan kerendahan hati, minta kekuatan kepada Tuhan, dan percaya penuh di dalam Tuhan. Mari kita mengalami pemulihan di dalam Tuhan!

  

bg pt
Pdt. Wawan Sukarnawan  

 

IBADAH - 18 JULI  2021


MEMAHAMI RENCANA ALLAH


Pembicara: Ps. Paulus Mulyadi

 
Bersyukurlah karena Allah punya cara yang luar biasa, cara yang begitu istimewa.
Jika mau tahu rencana Allah dalam hidup kita, bacalah Alkitab. Bisa juga melalui visi/misi, melalui nubuat yang seringkali tercantum di dalam Alkitab.
 
Minimal ada 4 rencana Allah yang secara umum berlaku untuk kita sebagai orang Kristen:

1. Keselamatan yang kekal di dalam Kristus Yesus
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3:16
 
2. 3B (1 Tesalonika 5:17-18)
Dalam menghadapi segala sesuatu, tetaplah Bersukacita, Berdoa, Bersyukur.
 
3. Hidup kudus

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12: 1-2
 
4. Damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11
 
Sudahkah kita memahami rencana Allah untuk hidup kita masing-masing?
Sudahkah kita berada dalam track atau rencananya Allah?

Icon Man
Ps. Paulus Mulyadi

IBADAH - 11 JULI 2021


Pembicara: Darmana Setiadi

      

Yesaya 58:1-7, Matius 6:16-18
 
Puasa adalah meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja (terutama berkaitan dengan keagamaan). Ini adalah pemahaman tentang puasa yang berlaku sampai sekarang. Iman dan agama itu berbeda. Agama itu usaha manusia mencari atau mengenal penciptanya. Sedangkan Iman Kristen itulah Allah yang menyatakan diri di dalam Kristus Yesus, seorang pribadi.

Banyak orang yang terjebak dengan puasa, mereka menganggap itu seperti mantra. Kita harus melakukan sesuatu seperti puasa dan hal-hal rohani yang lain dengan pengertian yang benar, esensinya harus benar.


Ada 4 langkah dalam menyikapi puasa:
1. Motif: alasan seseorang melakukan sesuatu (Why)
2. Cara: metode melakukan sesuatu
3. Tujuan: tujuan melakukan sesuatu (harus ada benefit)
4. Dampak: dampak negatif harus minimal, dampak positif harus maksimal


Ensansi dari puasa:
1. Hati yang tulus, bukan yang munafik
2. Hati yang berkenan, menghormati dan menyenangkan hati Allah
3. Puasa baik untuk mendisiplin diri
4. Puasa baik untuk menghindari diri dari perbudakan kebiasaan
 
Jadi, puasa itu suatu tindakan penyangkalan diri, pematian nafsu kedagingan, pembalasan yang kudus terhadap diri sendiri, dan perendahan diri kita di bawah tangan Tuhan.
Lakukan puasa dengan pengertian yang benar!


“Kemana fokus mengarah, kesitulah energi mengalir.”


Icon Man
Bpk. Darmana Setiadi

IBADAH - 4 JULI 2021


Pembicara: Pdt. Wawan Sukarnawan     


2 Tawarikh 7:11-22

 
Salomo membangun rumah Tuhan dan istana selama 13 tahun. Saat ini kita sedang membangun apa? Ada yang sedang membangun study, membangun karir, membangun bisnis, atau membangun rumah tangga. Seringkali kita membangun urusan yang berhubungan dengan diri kita sendiri. Berapa banyak di antara kita yang membangun seperti Salomo yang membangun bait Tuhan sebagai tempat untuk memuji menyembah Tuhan. Berapa banyak di antara kita yang membangun hidup kita untuk tempat kemuliaan Tuhan?
 
“Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku,” 2 Tawarikh 7:13


Bilamana seperti itu, apa yang bisa kita lakukan??

 
Ada 5 hal yang bisa kita lakukan di jaman ini: (2 Tawarikh 7:14)
1. Menyebut nama Tuhan (mengakui keberadaan Tuhan, mengakui kekuasaan Tuhan)
2. Merendahkan diri
3. Berdoa
4. Mencari wajah Tuhan
5. Berbalik dari jalan-jalan yang jahat (bertobat)
 
Maka ada 3 hal yang Tuhan lakukan, dimana Tuhan akan mendengar dari sorga, mengampuni dosa, serta memulihkan kita.

 

bg pt
Pdt. Wawan Sukarnawan

IBADAH -  27 JUNI 2021


HIDUP YANG DIPERBAHARUI


Pembicara : Pdt. Wawan Sukarnawan


Kolose 3:1-17

3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 
3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. 
3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 
3:6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 
3:7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 
3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 
3:9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 
3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 
3:11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. 
3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 
3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 
3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 
3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 
3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 
3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. 

Yesus mati karena Dia menjadi korban, Dia rela mengorbankan nyawaNya demi menebus dosa manusia. Tetapi Dia tidak mati untuk selama-lamanya, Yesus bangkit! Hidup itu dibatasi ruang dan waktu. Tetapi di sorga, manusia akan masuk ke dalam kekekalan dan ada penghakiman, dimana segala perbuatan kita di dunia ini akan dihakimi.

Sebelum kita mengenal Kristus, hidup kita yang lama, yang penuh dengan hawa nafsu jahat, kenajisan, keserakahan, dan lain-lain. Buang semuanya ini. Hidup kita harus diperbaharui terus-menerus. Ketika kita mengenal Kristus, hidup kita harus semakin diperbaharui, karakter kita harus menyerupai Kristus. Milikilah kasih kepada orang lain. Lakukanlah segala sesuatu atas dasa KASIH!


Ketika kita menjadi Kristen, kita semua disatukan, tidak ada lagi perbedaan sebab semuanya sudah disatukan di dalam Kristus. Kita anak Tuhan yang diselamatkan oleh darah Kristus. Belajarlah juga untuk mengampuni walaupun itu sulit. Biarlah kita menjadi manusia baru yang terus-menerus diperbaharui sehingga hidup kita semakin menyerupai Kristus. 


bg pt
Pdt. Wawan Sukarnawan  

 

IBADAH -  20 JUNI 2021


Pembicara: Ev. Arie Sucipto, S. Th.


Mazmur 1-2


Mazmur memberikan 2 pilihan jalan kehidupan, yaitu jalan orang benar dan jalan orang fasik. Dosa yang dibenci adalah merasa paling benar. Orang yang merasa paling benar tidak akan mengalami pemulihan. Betapa lemahnya kita, betapa berdosanya kita. Kesukaan kita harusnya adalah taurat Tuhan. Mari cek! Apakah benar kesukaan kita adalah taurat Tuhan? Apakah benar kita merenungkan taurat Tuhan siang dan malam? 


Kekristenan itu tidak berat, tetapi yang membuat kekristenan itu berat adalah karena kita tidak cinta Tuhan, melakukan segala sesuatu dengan terpaksa. Apakah benar kita cinta Tuhan? Masalah, tantangan, masa-masa sulit seharusnya membuat kita semakin dekat dengan Allah, semakin bergantung padaNya. Kalau kita sudah berada dalam sumber yang benar, maka kita akan berbuah. Berbuah itu otomatis, bukan dengan terpaksa. Menempel pada Pokok Anggur yang benar!


Yohanes 15:5 “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”


Icon Man
Ev. Arie Sucipto         

IBADAH -  13 JUNI 2021


BERTUMBUH DI DALAM PENCOBAAN


Pembicara: Pdt. Wawan Sukarnawan


Kejadian 37-41


Yusuf dipenuhi oleh Roh Kudus. Namun, karena mimpinya, Yusuf mengalami kesukaran, Yusuf mengalami pencobaan. Mimpi Yusuf membuat dirinya dibenci oleh saudara-saudaranya. Yusuf mengalami 3 hal yang menyedihkan dalam dirinya, dimana ia dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak, ia difitnah oleh istri Potifar, dan ia dilupakan oleh kepala juru minuman. Tetapi Yusuf bukanlah seorang yang pendendam dan Tuhan tetap memimpin Yusuf. 


Tiga hal yang Yusuf dapatkan, Yusuf belajar untuk rendah hati ketika dia terus-menerus direndahkan, Yusuf mengampuni saudara-saudaranya, dan Yusuf terus hidup bergantung kepada Tuhan. Dan Yusuf mendapat 3 berkat: Yusuf dipercaya oleh Potifar, kepala penjara, Firaun ; Yusuf dimuliakan dan ditinggikan oleh seorang Dewa ; Yusuf mempunyai keluarga dan mendapat anak.


Di dalam pencobaan, kita tidak akan terpuruk sebab Tuhan akan selalu menyertai kita. Kita harus tetap bertumbuh di dalam pencobaan, tetap rendah hati, dan terus mengandalkan Tuhan.



bg pt
Pdt. Wawan Sukarnawan  

IBADAH -  6 JUNI 2021


MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN


Pembicara: Ev. Agus Nugroho


Yohanes 2:1-11

2:1. Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; 
2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 
2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." 
2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." 
2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" 
2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. 
2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 
2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya. 
2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, 
2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." 
2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. 


Ada beberapa cara dalam merenungkan Firman Tuhan:


1. Berdoa
Berdoa kepada Allah agar Allah membuka mata hati kita sehingga kita memahami apa yang Tuhan firmankan dan agar Allah menuntun kita dalam melakukan firman Tuhan yang sudah kita baca. 


2. Membaca Firman Tuhan
Pilihlah satu bagian Firman Tuhan untuk dibaca.


3. Merenungkan Firman Tuhan
- What: apa, digunakan untuk menanyakan kejadian/inti cerita dari bagian Firman Tuhan yang dibaca. 
- Who: siapa, pertanyaan yang menjurus kepada pelaku yang terlibat dalam peristiwa yang diulas.
- When: kapan, merujuk pada keterangan waktu dari peristiwa atau masalah yang terjadi.
- Where: dimana, menjelaskan tentang tempat suatu peristiwa terjadi.
- Why: mengapa, menjelaskan tentang alasan atau latar belakang terjadinya peristiwa yang diulas.
- How: bagaimana, menitikberatkan pada penjelasan dan deskripsi tentang suatu peristiwa.


4. Melakukan Firman Tuhan
Jangan hanya mendengar Firman saja, tetapi juga harus melakukan Firman Tuhan. 
Merenungkan Firman Tuhan adalah membacanya dengan seksama, meninjau kembali, mengingatnya, dan melakukan kebenaran firman Tuhan dalam kehidupan kita. Hal ini semua merupakan wujud ketaatan kita kepada Tuhan.



122991839_171160574632520_3315861656951994268_n
Ev. Agus Nugroho. 

IBADAH - 9 Mei 2021


IMAN YANG TERUJI


Pembicara : Pdt. Matius Dwi


Kejadian 37:1-11

Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan. 
Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. 
Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. 
Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. 
Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. 
Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: 
Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." 
Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. 
Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku." 
Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?" 
Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya. 


 
Iman yang teruji adalah kepercayaan kepada Allah dan perintahNya dalam setiap keadaan. Orang akan hidup sesuai dengan apa yang dia percayai dan itu dilakukan di dalam hidupnya. Belajarlah dari iman Yusuf yang tidak tergoyahkan. Yusuf adalah anak Yakub yang ke 11 yang dilahirkan oleh Rahel. Yusuf disebut ahli mimpi. Dan untuk mendapat mimpi itu, ada hal yang harus Yusuf hadapi.


Pertama, iman Yusuf teruji lewat kebencian saudara-saudaranya. Mimpi Yusuf membuat saudara-saudaranya semakin membenci Yusuf. Karena kebenciannya, mereka merencanakan bagaimana Yusuf ini mati. Yusuf mengalami penderitaan, sampai akhirnya Yusuf dimasukkan ke dalam lubang sumur. Kesulitan, ujian dihadapi oleh Yusuf karena kebencian saudara-saudaranya. Namun, Yusuf menaruhkan harapannya hanya kepada Tuhan. Ada cara Tuhan yang luar biasa yang Yusuf alami.


Ujian yang kedua adalah melalui kepercayaan yang Potifar berikan. Yusuf diberikan kepercayaan yang luar biasa di rumah Potifar, tentunya itu juga kepercayaan yang Tuhan berikan. Yusuf bertanggung jawab atas segala pekerjaannya, Yusuf jujur dalam mengelola harta kekayaan tuannya. Banyak orang yang ketika diberi kepercayaan, justru tergoda oleh hal-hal pribadi dan untuk kepentingan pribadi.


Ketiga, iman Yusuf teruji melalui lawan jenis. Yusuf itu manis sikapnya, elok parasnya, dan bertanggung jawab. Dan Istri Potifar menggoda Yusuf. Berulang kali dia merayu Yusuf untuk tidur dengannya. Yusuf mengatakan bahwa jika Yusuf melakukannya, dia berbuat dosa kepada Allah. Yusuf menolak keinginan istri Potifar yang membawa Yusuf jatuh ke dalam dosa. Sampai akhirnya Yusuf difitnah.


Yusuf sudah meraih mimpinya dan saudara-saudaranya Yusuf datang kepada Yusuf. Yusuf punya pilihan untuk balas dendam atau memberikan pengampunan kepada mereka. Dan Yusuf tetap memilih untuk memberikan pengampunan kepada saudara-saudaranya. Yusuf menerima saudara-saudaranya. Yusuf tetap rendah hati. Tidak ada kebencian sedikitpun yang ada pada Yusuf.
 
Mari kita belajar berharap hanya kepada Tuhan, menyerahkan semuanya hanya kepada Tuhan. Tetap milikilah iman yang teguh dalam kita menghadapi ujian dalam hidup ini!


Icon Man
Pdt. Matiius Dwi 

 

IBADAH - 13 Mei 2021


Yang Perlu Tahu Dengan Kenaikkan-Nya


Pembicara : Pdt. Wawan Sukarnawan


Kisah Para Rasul 1:6-11 

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 
Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 
Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 


Kesebelas murid Tuhan yang adalah orang Galilea berkumpul dan bertanya “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Ini merupakan cita-cita orang yang hidup di dunia ini. Kita ingin hidupnya aman, semuanya baik-baik saja. Dan ketika pandemi covid-19 ini muncul, kita merasa mulai terancam. Kita ingin agar pandemi ini segera berakhir.

Kerajaan Israel pernah mengalami masa-masa penuh keberhasilan. Tetapi kerajaan Israel dijajah oleh bangsa Roma. Dan Yesus menjawab, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya”. Tetapi yang perlu kita ketahui adalah:


1. Yesus sudah selesai menjadi juruslamat dengan mati di kayu salib sebagai korban penebus dosaInilah misi Yesus, yaitu turun ke dunia untuk menjadi korban. Dan misi ini sudah diselesaikan dengan sangat berhasil. Yesus terus berjalan menapaki via dolorosa. Dia naik sebagai korban yang mati dibunuh untuk menebus dosa, menggantikan kita menanggung maut.


2. Roh Kudus akan turun ke atas kita semua Ini adalah sukacita yang besar. Ketika Roh Kudus turun ke atas kita, kita memiliki kuasa Roh Kudus dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, maka kita memiliki kuasa yang tidak terbatas. Kuasa dari Allah yang Mahatinggi ada bersama dengan kita.


3. Kita harus menjadi saksiNya yang hidup dan kita harus mati bagi DiaSiapa lagi yang akan menjadi saksiNya kalau bukan anak-anakNya Tuhan. Ya! Kitalah saksiNya. Teruslah bersaksi, jangan sampai kita kehilangan iman. Kita diberi kuasa yang tidak terbatas untuk menjadi saksiNya dimana pun.


4. Yesus yang terangkat ke sorga, akan datang kembali.


Mari kita tetap setia mengiring Yesus, memuliakan Yesus, dan menjadi saksiNya yang hidup!


bg pt
Pdt. Wawan Sukarnawan       

IBADAH - 16 Mei 2021


KUASA DOA


Pembicara : Bpk. William Christopher, M. Min


Yakobus 5:15-18 

Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. 
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. 
Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya. 
Ketika kita sakit, berbeban berat, seringkali kita mencari pendeta atau hamba Tuhan untuk meminta didoakan. Kita percaya ketika kita didoakan, maka masalah akan berlalu, penyakit akan disembuhkan, sebab di dalam doa itu ada kuasa. Tetapi seringkali kita percaya kepada orang yang mendoakan, bukan kepada Allah yang menjadi sumber pemulihan.
 
Doa yang seperti apa yang memiliki kuasa?


1. Doa yang lahir dari iman
Ketika orang beriman berdoa, maka ada kuasa doa yang mengalir. Namun, ketika orang percaya berdoa, terkadang hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Tetapi, ketika kita berdoa dan apa yang kita harapkan terjadi, itu semua hanya karena kemurahan hati Allah, karena pekerjaan Allah.


2. Doa orang benar
Orang benar yaitu orang yang mengaku dosa, bertobat, dan percaya kepada Tuhan. Keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Doa orang benar sangat besar kuasanya. Ketika kita sudah bertobat dan kita tahu kalau hidup kita yang dahulu tidak baik dan kita bersaksi atau menceritakan kepada orang lain, maka kesaksian kita akan menjadi berkat dan peringatan untuk orang lain.


3. Doa yang sesuai dengan keinginan Allah
Doa adalah cara orang percaya untuk berkomunikasi dengan Allah untuk menyelaraskan pikiran kita dengan pikiran Allah. Doa bukan alat atau ritual untuk meminta sesuatu kepada Allah. Jadi, berdoa bukan hanya memaksakan keinginan kita. Kalau kita bersikap seperti itu berarti kita hanya mencintai apa yang Tuhan beri bukan kepada pribadi Allah yang memberi berkat dan mujizat kepada kita.


Begaimana kita bisa tahu keinginan Allah, kehendak Allah kalau kita jarang berdoa, jarang saat teduh, tidak ada waktu intim dengan Allah. Kita harus terus terkoneksi dengan Allah supaya kita tahu kehendak Allah. Kita harus tinggal di dalam Yesus.
 
Doa yang benar bisa dilakukan oleh setiap orang percaya. Minta kepada Tuhan. Terkoneksilah selalu dengan Tuhan. Bangun hubungan yang intim dengan Tuhan!



Icon Man
Bpk. William Christopher     

IBADAH - 25 April 2021


Pembicara : Darmana Setiadi, TTS., CLT., CLC., CLS., CBC.


Yakobus 1:12-18

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 
Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! 
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. 
Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.


 
Ada hal-hal yang kita anggap biasa saja, tetapi justru hal itu menyebabkan kita jatuh ke dalam dosa. Berbahagialah orang yang tabah, yang bertahan dalam pencobaan, dan dia akan mendapatkan mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Bagaimana supaya kita menang mengatasi pencobaan?


1. Pertimbangkan hukuman Allah
Jadi, berhati-hatilah dan waspadalah ketika ada pencobaan.
Dosa itu berproses dalam semua bidang. Prosesnya dimulai dari keinginan (emosi), proses yang kedua adalah pikatan (intelektual) dan muncullah ketidaktaatan. Dan disitulah dosa terjadi dan itu akan menjadi kebiasaan. Dan apabila sudah menjadi kebiasaan, akan melahirkan maut.
 
Hukuman Allah itu ada yang aktif, juga ada yang pasif. Jaman dahulu, hukuman Allah itu aktif, tetapi di jaman sekarang, hukuman Allah itu pasif dan inilah yang bahaya karena kita akan merasa tidak terjadi apa-apa ketika kita berbuat dosa, seolah-olah kita tidak dihukum.
 
2. Pertimbangkan kasih Allah / kebaikan Allah
Kebaikan Allah itu datang dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang.
Orang bisa bertobat karena kasihNya yang melimpah.
Di dalam setiap kesempatan, carilah kebaikan Tuhan.
 
3. Pertimbangkan keilahian Allah
Allah itu ilahi, bukan manusiawi, yang melebihi apa yang kita lihat.
Kita diciptakan Allah oleh kebenaran Firman.
Semakin banyak Firman yang kita tahu, yang kita alami dalam keseharian, maka suara Allah dengan suara hati nurani makin mirip. Maka kepekaan kita terhadap dosa itu semakin sensitif.
Pertimbangkan 4 hal dalam melakukan sesuatu: motif (alasan), cara kita melakukan, tujuan kita melakukan, dan dampaknya.


Ketika kita memikirkan 4 hal ini, kita akan lebih hati-hati dalam menghadapi pencobaan.
Menanglah dalam pencobaan!!


Icon Man
Bpk. Darmana Setiadi

IBADAH - 18 April 2021


Pembicara : Pdt. Wawan Sukarnawan

Yohanes 11:25


(Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”)
Jika Yesus bangkit, maka Yesus itu hidup. Yesus akan hidup walaupun Dia sudah mati.
Tuhan berkata dalam Yohanes 14:1-3, jangan gelisah, percayalah kepada Allah, percayalah kepada Tuhan, Tuhan sudah menyediakan tempat tinggal di rumah Bapa, yaitu di surga bagi setiap orang yang percaya.


Apakah kita percaya bahwa kita akan tinggal di rumah Bapa sepanjang masa?


Yohanes 14:6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Orang yang ingin tahu jalan, ingin tahu kebenaran, dan hidup, ya Yesus! Hanya pada Yesus sajalah!
Yesus adalah jalan tol menuju ke surga.
 
Yohanes 20 menceritakan tentang kebangkitan Yesus. Pada waktu Yesus menampakkan diri, Tomas luput, Tomas tidak ada bersama-sama dengan murid-murid Yesus yang lainnya. Dan Tomas tidak percaya kepada Yesus sebelum Tomas melihat bekas paku pada tangan Yesus dan sebelum Tomas mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tangannya ke dalam lambung Yesus. Sampai akhirnya Tomas bertemu dengan Yesus dan Tomas percaya kepada Yesus. Tomas akhirnya mengerti namanya persekutuan sampai akhirnya dia melayani Tuhan. Tomas sudah mengalami Tuhan dalam hidupnya.



Apakah kita sudah mengalami Tuhan dalam hidup kita masing-masing?
Berbahagialah orang yang percaya walaupun tidak melihat!

Pegang iman bahwa Yesus adalah Tuhan kita yang sanggup menolong kita!


bg pt
Ps. Wawan Sukarnawan

IBADAH - 11 April 2021


Dosa dan Anugerah Allah


Pembicara: Bpk. Agus Nugroho


Roma 5:12-19

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 
Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. 
Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 
Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. 
Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. 
Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. 
Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. 
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

 
Dosa adalah ketika kita tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan justru kita malakukan hal yang lain, yaitu melakukan kehendak kita bukan kehendak Tuhan. Sejak kita lahir, kita sudah berdosa karena dosa warisan atau dosa keturunan (dosa Adam dan Hawa).


Akibat dosa adalah:


1. Dosa merusak hubungan Allah dengan manusia
Sebelum adanya dosa, terjalin komunikasi yang harmonis antara Tuhan dan manusia. Tetapi setelah manusia jatuh ke dalam dosa, hubungan itu terputus karena Allah itu kudus dan manusia sudah tercemar. Sesuatu yang kudus tidak bisa bercampur dengan sesuatu yang cemar.
 
2. Dosa merusak hubungan antara manusia dengan sesamanya
Jika tidak ada dosa, hubungan antar manusia yang satu dengan yang lain itu harmonis. Tetapi ketika dosa muncul, hubungan menjadi rusak, dimana manusia mulai menyalahkan sesamanya. Kita sebagai manusia pada dasarnya tidak mau disalahkan, manusia cenderung membela diri. Hal inilah yang menjadikan gap antar manusia dan terjadilah permusuhan.
 
3. Dosa merusak hubungan antara manusia dengan alam semesta
Tuhan memberikan tugas kepada manusia untuk mengelola ciptaanNya. Namun, ada ketidakpuasan dari dalam diri manusia. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, manusia justru merusak alam semesta akibat keserakahan manusia.


Hati-hati dengan celah dosa:


1. Pikiran: secara sengaja berpikir untuk berbuat jahat.
2. Mulut/perkataan: berdusta, mencemarkan dengan kata-kata.
3. Perbuatan: melakukan perbuatan yang menyakiti orang lain.


Jangan sampai celah-celah ini menjadikan kita berdosa, sebab upah dosa adalah maut.
Mari kita bersyukur karena pengorbanan Tuhan itu begitu besar, anugerah Tuhan itu begitu besar. Kerjakan keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada kita dengan takut dan gentar sehingga kita akan merasa takut dan gentar ketika kita melakukan dosa. Berusahalah melakukan hal yang baik, yang berkenan di hadapan Tuhan!


122991839_171160574632520_3315861656951994268_n
Bpk. Agus Nugroho, M.Th.

IBADAH - 4 April 2021


Menjadi Pemenang


Pembicara: Dominggus E. Naat, Ph.D


1 Korintus 15:54-58

Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. 
Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" 
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. 
Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

 

Dalam sebuah kompetisi, peperangan, ada yang namanya menang dan ada juga yang namanya kalah. Seorang pemenang lebih kuat dari musuhnya, lebih kuat dari penyerangnya. Dan kita bukan orang yang biasa-biasa saja, kita ini orang hebat, kita adalah pemenang, sebab kita punya Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah sumber kemenangan karena Dia adalah Tuhan yang hidup, Dia sudah bangkit.


- Markus 16:1-6 : 

Menang terhadap rasa takut, bagaimana mengatasi persoalan yang kita hadapi, mengatasi kesulitan/hambatan beban berat. Kuncinya adalah pergi, melihat dari dekat, masuk (menerima berita kemenangan).


- 1 Yohanes 5:4-5 : 

Semua persoalan yang ada bisa kita hadapi, bisa kita menangkan dengan iman. Iman itu timbul dari pendengaran. Iman timbul karena Yesus anak Allah.


- Roma 8:33-39 : 

Kita bukan sekedar pemenang, tetapi kita lebih dari pemenang (hyper pemenang) karena Allah di pihak kita, Kristus Yesus telah bangkit, Kristus pembela kita, Dia yang mengasihi kita tidak terpisahkan dari kasih Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
 
Tuhan tidak akan membiarkan kita terus-menerus galau, terus mendapat masalah, karena Tuhan mengasihi kita. Tidak akan ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah.

Kesimpulan:
1. Kristus Yesus yang bangkit menjadikan kita pemenang.
2. Kemenangan karena iman pada kuasa kebangkitan.
3. Dia adalah pembela kita, berada di pihak kita.
4. Takkan terpisahkan dari kasih dan kuasaNya.
 
SELAMAT PASKAH!


c7cc04ae-126b-46fa-b99e-7164334940b1
Bpk. Dominggus E. Naat

IBADAH - 2 April 2021


Dia Imam Besar dan Korban Penebusan


Pembicara: Pdt. Wawan Sukarnawan


Ibrani 5:1

Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. 

 
Fungsi dari imam besar adalah mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.

3 hal yang berhubungan dengan Yesus yang adalah imam besar, yaitu:
1. Baju
Yesus ditentukan menjadi imam besar oleh Allah. Imam besar menggunakan segala perlengkapan pakaian lengkap, pakaian kebesaran, tetapi Yesus yang adalah imam besar, pakaiannya dilucuti dan Dia hampir telanjang. Yesus imam besar agung, Dia menjalankan tugasnya tanpa pakaian. Ini berbicara tentang dosa. Dia bertugas sebagai imam besar sekaligus korban sebagai tanda penebusan.


2. Darah yang dipercikan
Yesus meneteskan darahNya ke bumi yang sudah terkutuk karena dosa, “Via Dolorosa”.
Siapa yang ada di bumi?? Yang di bumi adalah kita semua yang berdosa. Dosa kita telah diampuni dengan darah Yesus.


3. Yesus sekali berkorban untuk selama-lamanya
Kita diampuni, kita diselamatkan oleh Yesus karena Dia adalah korban penebusan dosa. Ini adalah korban penebusan yang sungguh sempurna. Mari, datang kepada Raja, yaitu Yesus Kristus dengan sungguh-sungguh.
 
Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


bg pt
Ps. Wawan Sukarnawan

IBADAH - 28 Maret 2021


Pengkhotbah: Dr. Denny R. Kusoy, MA., MBA., D.min., Ph. D.


Mazmur 62:1-3

Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 
Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh? 


 
Kita tidak akan goyah karena kita bersama Allah. Kekuatan yang sesungguhnya berasal dari Allah bukan dari diri kita sendiri. Mata yang bisa melihat, telinga yang bisa mendengar bisa membuat kita lemah. Jangan sampai apa yang sudah Tuhan beri, tetapi kita salah pakai. Tuhan sudah memberi ketenangan kepada kita, juga jangan kita salah pakai. Carilah ketenangan hanya di dalam Allah sebab hanya Allah sumber kekuatan dan ketenangan bahkan keselamatan.


Kitab Samuel menceritakan bagaimana Daud yang kecil melawan Goliat yang besar, yang sangat sombong. Kata-kata yang keluar dari mulut Goliat adalah kata-kata yang hina. Orang Israel merasa takut, merasa lemah karena mendapat penghinaan, mendapat ancaman. Orang Israel tidak kuat mental. Dan orang yang kuat badan belum tentu kuat ketika mendapat penghinaan/ancaman. Namun, Daud tetap fokus kepada Allah ketika melihat penghinaan/ancaman.


Kita seringkali mendapat tantangan, ancaman, hinaan dan hal-hal ini membuat kita tidak fokus kepada Allah. Jangan fokus pada apa kata orang, tetapi fokuslah pada Allah. Seharusnya kita dekat kepada Allah sehingga kita mendapat ketenangan. Jangan lihat kejahatan orang, tetapi lihat Allah, ingatlah selalu akan kebaikan Allah.
Tantangan Daud adalah menghadapi Goliat, sedangkan tantangan Yesus adalah via dolorosa, Yesus harus menghadapi Golgota dan Yesus tidak pernah mundur menghadapi Golgota. Yesus bukan hanya menghadapi hinaan, tetapi Yesus menghadapi kematian.


Hinaan menakutkan, kematian menakutkan, tetapi hanya dekat Allah saja, kita akan mendapat ketenangan. Di dalam Yesus, kita menang!

Icon Man
Bpk. Denny R. Kusoy

IBADAH - 21 Maret 2021


Pengkhotbah : Bpk. Agus Nugroho, M.Th.


Beribadah kepada Tuhan dengan Kesungguhan Hati


Kolose 3:22-25

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.
 

Melayani Tuhan harus dengan kesungguhan hati. Kesungguhan hati dilihat ketika kita bersikap, ketika kita berkata-kata. Kita harus taat, takhluk, tunduk, menyerahkan diri kepada Tuhan secara lahir dan batin. Hormatilah Tuhan dalam segala hal, salah satunya adalah taat kepada Tuhan melalui ibadah.


Beribadahlah dengan ketulusan hati, dengan ikhlas, dengan sikap yang takut akan Tuhan, yang berarti gentar, segan, dan hormat kepada Tuhan karena kita mau bertemu Tuhan. Mari kita memberikan yang terbaik, melalui sikap hidup kita. Meskipun ibadah secara online, kita harus sungguh-sungguh, misalnya ibadah tidak dengan tidur-tiduran, tidak menggunakan baju tidur, dan lain-lain.


Kalau kita memberikan yang terbaik untuk Tuhan, Tuhan akan berkati. Tetapi kalau kita tidak bersungguh-sungguh, Tuhan akan memberikan kutuk sebab Tuhan itu adil.


“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23


122991839_171160574632520_3315861656951994268_n
Bpk. Agus Nugroho, M.Th.

IBADAH - 14 Maret 2021


Pengkhotbah : Pdt. Hadriana Mulia


1 Korintus 1:8-9

Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.  Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

 
Firman Tuhan meneguhkan kita sampai kesudahannya supaya kita tidak bercacat sampai hari Tuhan kita, sampai Yesus menjemput kita. Setiap langkah kita, Dia yang menjamin, Dia yang menyertai kita. Yesus yang menjamin kita adalah Tuhan yang setia. Di dalam dunia ini tidak ada kepastian dan tidak ada yang dapat dipercaya, hanya Yesus satu-satunya yang dapat kita percaya. Pegang Dia supaya di tengah badai kita tetap kokoh, tetap kuat. Jadi, kepastian yang bisa kita pegang adalah Yesus. Yesus punya kuasa karena Dia adalah Raja di atas segala Raja. Tanpa Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa.


Yesus yang menjamin keselamatan. Kita akan selamat dan tetap selamat sampai kepada kesudahannya. Yesus yang menjamin kelepasan dosa kita. Yesus yang menjamin hidup baru kita. Kita masih sesekali berbuat dosa, tetapi jika kita mengaku dosa kita, maka Dia akan mengampuni dosa kita sebesar apapun itu karna Dia Allah yang setia, Dia mau kita selamat. Yesus juga yang menjamin rumah surgawi, dimana tidak ada lagi kesakitan, tidak ada lagi kelemahan tubuh.


Bersyukurlah dan bekerja keraslah dengan rajin dan dengan pengetahuan dari Firman Tuhan. Yesus yang menjamin kita, Yesus yang mempersiapkan kita, Yesus yang mencukupkan kita. Pegang Dia satu-satunya supaya kita menjadi the winner sampai kesudahannya.


Icon Man
Pdt. Hadriana Mulia

IBADAH - 7 Maret 2021


Pengkhotbah : Pdt. Wawan Sukarnawan


Matius 17 : 14-21

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. 
Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." 
Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" 
Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.  Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" 
Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"

 

Masalah selalu ada dalam kehidupan kita. Masalah seringkali membuat kita frustasi. Tetapi kita harus percaya bahwa ada Yesus yang memberi kuasa untuk mengatasi masalah. Dia yang akan memberi jalan keluar. Kita harus percaya bahwa Yesus akan senantiasa menyertai kita. Apakah kita percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan, apakah iman kita tidak ragu-ragu kepada Tuhan?


Iman bukan masalah besar dan kecil, tetapi iman itu ada atau tidak, kepada siapa iman itu didasarkan. Percaya saja, tanpa keraguan bahwa kuasa Tuhan itu ada karena tidak ada yang mustahil. Kuncinya adalah miliki iman yang walaupun kecil tetapi berharap kepada yang Maha Besar, yaitu Yesus, Allah yang hidup, maka kita bisa melakukan hal-hal yang besar.


Ada hal-hal yang ketika kita bergumul dengan berbagai masalah dan Tuhan tidak jawab, kita harus lebih bersungguh-sungguh lagi dengan berdoa dan berpuasa. Datang sungguh-sungguh kepada Tuhan, berdoa, bahkan berpuasa, merendahkan diri di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan mendengar setiap doa kita, Tuhan akan mengampuni kita, serta memulihkan kita.


bg pt
Ps. Wawan Sukarnawan 

IBADAH - 28 Februari 2021


Pengkhotbah : Pdt. Paulus Kian Tiong


1 Tesalonika
 
Banyak jemaat yang sulit untuk berjumpa dengan gembalanya karena pandemi. Pandemi mengakibatkan adanya keterpisahan, kematian, kesengsaraan, keterpurukan ekonomi, dan lain sebagainya. Tetapi ada 4 nasihat Tuhan di dalam 1 Tesalonika:
1. 1 Tesalonika 4:1-8 : menyambut kekudusan hidup.
Melakukan apa yang kudus, bukan yang cemar.
Banyak orang yang mulai memprotes Tuhan dengan ucapannya, dengan perilakunya, ataupun dengan pikirannya.

2. 1 Tesalonika 4:9-12 : menyambut kasih memperhatikan yang lain.
Lebih peka dengan keadaan kita sekarang dimana banyak orang yang kekurangan.

3. 1 Tesalonika 4:13-18 : menyambut banyak hal yang meninggal.
Banyak orang yang belum mengerti apa artinya kematian, oleh karena itu, hiburlah orang lain.

4. 1 Tesalonika 5:1-11 : menyambut tentang tanda zaman kedatangan Tuhan.


Hari Tuhan datang seperti pencuri, tetapi bagi anak-anak terang, kedatangan Tuhan itu tidak seperti pencuri. Tandanya bisa kita pelajari, tetapi waktunya kita tidak tahu. Oleh karena itu, kita perlu waspada dan berjaga-jaga, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan tetap hidup dengan pengharapan. Kita ditetapkan untuk menerima keselamatan. Sesulit apapun kondisi kita, kita harus tetap hidup bersama dengan Tuhan.


Icon Man
Pdt. Paulus Kian Tiong

IBADAH - 17 Januari 2021


MELAYANI TUHAN DENGAN SEMANGAT BARU


Pengkhotbah : Pak Agus Nugroho


Roma 12:11, Yesaya 40:28-31
 
Situasi dan kondisi seringkali mempengaruhi hal-hal yang ingin kita capai. Dan kita akan memiliki semangat jika kita punya sesuatu yang ingin dicapai. Namun, jika kita tidak berusaha, maka kita tidak akan bisa mencapai sesuatu tersebut. Dan ada kalanya, semangat kita menjadi berkurang atau kendor.


“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Roma 12:11. 


Semangatlah dalam bekerja, semangatlah dalam melayani Tuhan. Jika apa yang kita lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan atau untuk kemuliaan Tuhan, maka kita akan melakukannya dengan sukacita dan semangat. Kita harus melakukan segala sesuatu dengan mengandalkan Tuhan yang menuntun kita. Sesuatu yang kita kerjakan tanpa campur tangan Tuhan akan menjadi sia-sia. Apapun yang terjadi, semangat kita harus menyala-nyala, harus berkobar-kobar. Yesus hadir memberikan kekuatan kepada kita.


Mari kita senantiasa menghadirkan Yesus dalam hidup kita, menghadirkan Firman Tuhan dalam hidup kita. Jangan takut menghadapi tahun 2021, sebab Tuhan akan selalu menyertai kita. Kerjakan segala sesuatu yang ingin kita capai dengan penuh semangat!


122991839_171160574632520_3315861656951994268_n
Ps. Agus Nugroho       

IBADAH - 10 Januari 2021


Pengkhotbah : Ev. Darmana H. Setiady


Roma 1:16-17

Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

 
Di tahun yang baru pasti ada orang bersikap pesimis, ada yang easy going, dan ada juga yang optimis. Kita pasti ingin mengalami banyak hal yang baik di tahun yang baru ini. Tetapi, di tahun yang baru ini kita pasti mengalami hal yang baik dan hal yang buruk. Dunia ini tidak ada yang kekal, tetapi permasalahannya adalah bagaimana sikap kita, bagaimana iman kita.


Ada 2 hal besar yang bisa dipelajari dalam memasuki tahun yang baru:
1. Injil (ayat 16)
Paulus tidak malu menyatakan apa yang dia percayai karena Injil. Paulus adalah seorang pembunuh orang-orang percaya, dan dia berubah setelah berjumpa dengan Kristus karena Injil.  Injil itu kabar baik yang bersifat keselamatan yang kekal yang berasal dari Kristus. Maka perjumpaan dengan Kristus adalah satu hal yang penting dalam kehidupan kita. Sudahkah kita terima kabar baik, terima Kristus dalam kehidupan kita?
Tidak hanya Injil kabar baik, tetapi juga kuasa. Kuasa Injil itu adalah kekuatan Allah. Memasuki tahun yang baru ini, kita mau mengandalkan kekuatan siapa? Kekuatan kita? Kekuatan orang lain? Atau apa? Belajar dari Paulus yang mengandalkan kekuatan Allah, hidupnya Paulus itu berpaut kepada Tuhan. Paulus juga tidak malu karena hasil dari Injil yang menyelamatkan dan jangkauan Injil adalah semua orang percaya.
 
2. Iman (ayat 17)
Kabar baik atau Injil itu anugerah dari Allah, pemberian dari Allah. Bagaimana cara mengambilnya? Melalui IMAN! Beriman kepada siapa? Tentunya, iman kepada Allah. Agama Kristen tidak menyelamatkan, tetapi iman Kristen kepada Kristus itulah yang menyelamatkan.

Ada lima unsur iman (FAITH):
F : Faithfull (orang yang beriman kepada Kristus, tentu akan setia)
A : Available (kesediaan untuk menerima Allah seutuhnya)
I : Integrity (integritas, keutuhan di dalam totalitas kehidupan)
T : Trust (kepercayaan yang mutlak)
H : Hope (ada harapan)
Terima Injil dengan benar, terima dengan iman yang benar!


Icon Man
Ev. Darmana H. Setiady       

IBADAH - 3 Januari 2021


NEXT LEVEL


Pengkhotbah : Pdt. Wawan Sukarnawan

Kejadian 26:1-35

Dua hal yang bisa menahan kita untuk bergerak lebih maju (next level) adalah :
1. Pengaruh dari luar (kondisi ekonomi, politik, tekanan keluarga, keadaan sekitar)
2. Diri sendiri (dilanda oleh kekecewaan)


Ishak mengambil satu pilihan ketika terjadi kelaparan di negeri Filistin. Ishak adalah seorang yang mau taat mendengar dan melakukan firman Tuhan sampai akhirnya Ishak tinggal di Gerar. Ishak bekerja keras dan ia diberkati Tuhan. Ishak menjadi seorang yang sangat kaya. Namun Ishak mendapat masalah, ia diusir oleh Abimelekh karena Ishak menjadi lebih berkuasa. Ishak yang semula tinggal di Gerar, sampai akhirnya Ishak menetap di lembah Gerar. Ishak yang sudah menjadi kaya mau merendah, Ishak menggali kembali sumur-sumur yang pernah digali Abraham dan ketika lembah itu digali, didapatinya mata air yang berbual-bual airnya. Namun Ishak mendapat masalah mengenai hak kepemilikan air tersebut. Dan Ishak menggali sumur yang lain, tetapi Ishak kembali dihadapkan oleh permasalahan hak kepemilikan. Kemudian Ishak pindah dari situ, menggali sumur yang lain lagi sampai akhirnya tidak ada pertengkaran.


Ishak tidak pernah mengeluh ketika mendapat masalah. Ishak tidak pernah menyerah, ia terus maju, ia terus bekerja keras. Dan Tuhan memberikan kelonggaran, memberikan berkat kepada Ishak. Singkat cerita, Ishak mendirikan mezbah disitu, Ishak memutuskan untuk memuji dan membesarkan nama Tuhan.

Kerja keras, hikmat, keringat terjalin erat dalam kasih karunia dan berkat Tuhan. Mari kita pegang janji Tuhan sebab Dia akan menyertai kita. Mari bersama Tuhan kita maju ke next level!


bg pt
Ps. Wawan Sukarnawan 

IBADAH - 20 Desember 2020


PENGHARAPAN BAGI DUNIA

Pengkhotbah: Pdt. Wawan Sukarnawan

Lukas 2:14
 
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Lukas 2:14)


Natal itu bukan hura-hura, bukan happy-happy, tetapi all I want for Christmas is YOU, YOU = Allah. Allah yang menyegarkan dan menguatkan kita. Natal di jaman ini agak berbeda karena kita dihadapkan dengan virus covid-19 yang berdampak kepada ekonomi, dan lain sebagainya. Di jaman ini banyak orang yang melupakan Allah, banyak orang yang kehilangan imannya kepada Allah, dan lupa kalau Allah itu adalah mata air yang menyegarkan kehidupan kita.


Yesus datang ke dunia untuk memberikan pengharapan yang besar untuk mendamaikan kita dengan Allah. Mendekatlah kepada Allah, maka Allah akan mendekat kepadamu. Allah yang menyertai kita semua dan penyertaanNya itu sempurna. Jangan sampai pengharapan kita hilang dari kehidupan kita. Kalau kita mau berharap, berharaplah kepada Tuhan, sebab Dialah sumber pengharapan kita!


bg pt
Ps. Wawan Sukarnawan       

IBADAH - 27 Desember 2020


DAN MEREKA AKAN MENAMAKAN DIA IMANUEL


Pengkhotbah: Ps. Agus Nugroho


Matius 1:18-23
 
Benarkah Tuhan menyertai kehidupan saya? Bagaimana masa depan saya? Bagaimana usaha saya? Bagaimana pekerjaan saya? Kita harus percaya bahwa Allah menyertai kita! Masa depan orang percaya dijamin oleh Tuhan!
Allah menyertai kita, Allah diam di dalam kita. Allah mengawasi dan menjagai kita. Allah itu konsisten menyertai kita. Allah tidak pernah meninggalkan kita sebab Allah diam di dalam kita, apapun kondisinya. Oleh sebab itu, teruslah bergantung kepadaNya!


Penyertaan Tuhan ada dari saat ini sampai selama-lamanya. Jadi, kita tidak perlu takut dalam situasi apapun karena Allah menyertai kita dalam situasi dan kondisi apapun. Dialah yang menyertai kehidupan kita. Penyertaan Tuhan dalam diri kita membawa pertobatan. Allah itu membawa perlindungan, tetapi bukan berarti kita hidup semena-mena. Allah memberikan perlindungan kalau kita hidup benar, melakukan sesuatu yang berkenan di hadapan Tuhan.


Kalau kita ingin Allah menyertai kita, terima nasihat dari firman Tuhan, hidup damai sejahtera, hidup rukun, hidup baik. Tidak hanya mendengar firman Tuhan, tetapi juga melakukan firman Tuhan dalam suka maupun duka. Perbuat apa yang Tuhan perintahkan! Imanuel, Allah menyertai kita!


122991839_171160574632520_3315861656951994268_n
Ps. Agus Nugroho       

IBADAH - 18 Oktober 2020


Pengkhotbah : Ps. Eddy Sutanto


Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

Ibrani 11 : 1-3
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.


Dengan iman, Nuh membuat bahtera. Nuh percaya dengan apa yang Tuhan katakan dan ia melakukannya. Dikatakan di dalam Mazmur 40:2-3, bahwa Tuhan mengangkat kita tidak setengah-setengah. Tuhan mengangkat kita dari tempat yang kotor, tempat yang hina ke tempat yang tinggi. Setiap langkah kita ditetapkan dan dituntun oleh Tuhan. Jika kita di dalam Tuhan, pasti ada kemajuan. Jika kita percaya kepada Tuhan, derajat kita pasti naik.
Jangan biarkan iblis membuat iman kita menjadi pudar melalui hal-hal duniawi. Jangan takut karena hidup kita ada di tangan Tuhan. Ketika kita takut, kita justru memberikan celah kepada iblis untuk masuk. Celah untuk si iblis adalah lewat depresi, stress yang akan membuat kita jauh dari Tuhan. Jangan memberikan celah kepada iblis. Di dalam Yesus, kita akan mendapat hidup yang berkelimpahan dan kedamaian.


Wahyu 3 : 10-12, Ibrani 11 : 1-3

Wahyu 3 :10-12

Ketekunan ada hubungannya dengan iman. Iman menghasilkan ketekunan. Berimanlah dengan tekun. Iman berarti percaya sungguh akan perkara-perkara yang ada di dalam kehidupan kita. Iman dalam Kristus yaitu mendengar Firman dan percaya kepada-Nya sebab Tuhan dapat dipercaya. Percaya kalau kita sudah diselamatkan oleh Yesus Kristus. Iman itu bukan tentang hal-hal duniawi, tetapi iman itu tentang keselamatan. Dan Tuhan akan membantu kita melewati hal-hal duniawi sesuai dengan kehendakNya.


Apapun yang terjadi, senang ataupun susah, tetaplah beriman kepada Yesus. Serahkan semuanya kepada Yesus. Iman itu tidak instan, iman itu berproses, bertahap, dan membutuhkan kesabaran sebab iman itu memerlukan waktu. Tunggu dan sabarlah dengan kehendak dan cara Tuhan.


Icon Man
Ps. Eddy Sutanto

IBADAH - 11 Oktober 2020


Pengkhotbah : Ibu Kumala Andjani

Markus 5 : 25-34


Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.

Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"



Markus 5:25-34 menceritakan tentang keadaan perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun, perempuan ini dianggap sebagai orang yang najis dan dia merasa hilang pengharapan dan putus asa. Hartanya habis untuk berobat, tetapi perempuan ini tidak juga sembuh, bahkan keadaannya semakin memburuk.

Bagaimana perempuan ini dipulihkan? -> IPA

  1. 1.  I = IMANI (Markus 5:27)

    Perempuan ini sudah mendengar berita-berita tentang Yesus.

  1. 2. P = PERKATAKAN (Markus 5:28)

    Doa perempuan ini disertai dengan iman.

    Iman itu harus kita perkatakan!

  1. 3. A = ALAMI (Markus 5:29-34)

    Perempuan ini mengalami kuasa Tuhan.


Di tengah-tengah kesulitan yang kita alami, kuasa Tuhan itu nyata. Kita tidak pernah tahu kapan pandemi ini akan berakhir, kapan gereja akan normal, kapan sekolah akan normal, kapan ekonomi akan normal. Mari setiap hari kita Imani setiap Firman yang kita dengar, Perkatakan Firman, dan Alami kuasa Tuhan. Percayalah mujizat masih ada!


Icon Woman
Ibu Kumala Andjani

IBADAH - 20 September 2020


Pengkhotbah: Ps. Alexander


Mazmur 56:1-14

Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh. Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat. Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku! Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong. 
Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 
Sepanjang hari mereka mengacaukan perkaraku; mereka senantiasa bermaksud jahat terhadap aku. 
Mereka mau menyerbu, mereka mengintip, mengamat-amati langkahku, seperti orang-orang yang ingin mencabut nyawaku. 
Apakah mereka dapat luput dengan kejahatan mereka? Runtuhkanlah bangsa-bangsa dengan murka-Mu, ya Allah! 
Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? 
Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku. 
Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 
Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu. 
Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.


Mazmur 56:1-14 menjelaskan psikologis Daud. Daud, seorang raja Israel sampai berpura-pura gila karena ia merasa takut. Ketika Daud mengalami tekanan yang berat, Daud tidak putus asa. Dan dalam keadaan yang terdesak itu, Daud memilih untuk tetap percaya kepada Tuhan. Daud bergantung kepada Allah di tengah-tengah kondisi yang ia rasa tidak mampu, namun ia mengembalikan semuanya kepada Tuhan.


Mengapa kita harus tetap percaya di tengah persoalan yang kita hadapi? Pertama, karena Allah ada di pihak kita, Allah melindungi dan menyertai kita di tengah pergumulan yang kita alami, Dia tidak akan meninggalkan kita dan kita akan menjadi pemenang. Kedua, karena hanya Allah yang sanggup meluputkan kita dari maut dan Allah berkarya di atas semuanya itu. Tidak ada pribadi lain yang dapat menyelamatkan kita semua selain Yesus Kristus yang mati di kayu salib. Ketiga, karena hanya Allah yang dapat memelihara, menjaga, dan melindungi. Kita tidak akan mengalami yang namanya “tersandung”, namun berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.


Sudahkah kita mengalami perlindungan dan penyertaan Tuhan? Bukan karena kuat dan gagah kita, tetapi karena Allah menjaga kita. Maka izinkanlah Allah di pihak kita, izinkanlah Allah berperkara di dalam hidup kita.



Icon Man
Ps. Alexander

IBADAH - 13 September 2020



Pengkhotbah: Ps. Agus Nugroho

Kejadian 3:6-8

"Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman." 

Pada waktu Allah menciptakan bumi dan segala isinya, semuanya dalam keharmonisan, keteraturan, dan sistematis. Dan pada hari yang ketujuh, Allah beristirahat dan memberkati semuanya. Ketika Allah menciptakan manusia, ada diskusi dalam pribadi Allah. Allah menciptakan manusia itu segambar dan serupa dengan Allah. Tidak ada ciptaan lain yang segambar dan serupa dengan Allah selain manusia. Allah sudah mengatur semuanya agar manusia hidup sehat. Allah menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan. Manusia itu diciptakan secara istimewa.


Manusia jatuh ke dalam dosa dipengaruhi oleh ular dengan kecerdikannya. Saat itu, Hawa tahu akan firman Tuhan, tetapi ular itu mencoba untuk mengelabui Hawa kembali, hingga pada akhirnya jatuhlah Hawa ke dalam dosa. Hawa memakan buah itu dan memberikannya kepada Adam.


Bukan masalah memakan buahnya, tetapi ini masalah ketaatan manusia kepada Allah. Manusia memberontak kepada Allah dan tidak setia lagi kepada Allah. Dan manusia itu cenderung untuk berbuat dosa. Keinginan mata membawa diri manusia untuk jatuh ke dalam dosa. Allah menginginkan manusia mengakui kesalahannya, tetapi saat itu Adam menuduh Hawa, Adam menyalahkan Allah yang menciptakan Hawa. Ketika Allah bertanya kepada Hawa, Hawa menyalahkan ular. Manusia cenderung untuk membela diri. Dan seringkali kita pun melakukan hal yang demikian.


Akibat dosa adalah keharmonisan menjadi rusak. Dosa mengakibatkan ketidakteraturan, timbul pertikaian, timbul rasa iri dengki. Segala dosa dan kesalahan yang kita lakukan harus kita pertanggungjawabkan kepada Allah. Akui dosa dan pelanggaran kita kepada Allah. Jangan merasa malu sebab Allah akan memberikan pengampunan bagi mereka yang mau mengakuinya di hadapan Allah. Kita butuh keselamatan dari Allah.


Setiap kita diberi kesempatan untuk mengakui dosa kita. Kalau kita mau berserah, mari datang kepadaNya. Jangan sampai kita menyalahkan keadaan bahkan menyalahkan Tuhan. Tetapi percayalah bahwa ada proses daripada Tuhan yang Tuhan berikan kepada kita. Percayalah keselamatan ada pada Yesus. 



122991839_171160574632520_3315861656951994268_n
Ps. Agus Nugroho

IBADAH - 30 Agustus 2020


Pengkhotbah : Ps. Darmana


Filipi 1:21-26

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. 
Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.


Semua orang mengalami pandemi covid-19. Tetapi yang membedakan kita sebagai orang percaya dengan yang lain adalah bagaimana sikap kita terhadap pandemi ini. Pandemi atau krisis yang terjadi menyebabkan banyak ekonomi yang menurun, banyak perceraian, banyak perpindahan agama dari suatu agama ke agama lain, dan masih banyak lagi. Dalam setiap krisis, pasti ada peluang dan akan terlihat mana yang kuat, mana yang tidak kuat.


Dalam hidup ini, ada hal yang di dalam kendali kita (in control) dan ada hal yang di luar kendali kita (out control). Dan 80% itu terjadi di luar kendali kita. Sebagai contoh, ketika kita ingin bepergian tiba-tiba turun hujan. Sikap dalam menghadapi hal yang di luar kendali kita haruslah tepat, temasuk permasalahan spiritual.


Ada tiga sikap yang benar dalam menyikapi semua hal, khususnya hal yang di luar kendali kita. 


Pertama, dalam hidup ini haruslah kita tetap memberi buah baik dalam keadaan senang maupun sulit. Ingat, kita sudah diselamatkan oleh Kristus. Kristus di dalam kita, maka kita pun harus di dalam Kristus. Bagi Paulus, buahnya adalah memberitakan Kristus melalui surat-surat kepada jemaat. Sebagai orang Kristen, buahnya adalah kita harus berfungsi sebagai teleskop yang mendekatkan Kristus kepada orang-orang yang belum kenal Tuhan dan berfungsi sebagai mikroskop, dimana ada orang-orang yang mengecilkan Tuhan, dan disitulah kita perbesar melalui kehidupan kita.


Kedua, dalam hidup ini haruslah kita memberikan manfaat dalam setiap interaksi kita. Sebagai contoh, dalam pandemi ini, kita bersaksi dan memberikan solusi sesuai dengan Firman Tuhan. 


Ketiga, fokus kita adalah tetap kepada Kristus dan sesama kita, menjadi berkat bagi orang lain melalui iman kita kepada Kristus. Usaha atau upaya orang Kristen harus lebih besar dibandingkan yang lain, dan disitulah nama Tuhan dipermuliakan.


Dimana ada Kristus, semua akan cukup bagi kita. Dan orang yang tidak menyadari adanya Kristus akan hidup dalam ketakutan. Pandemi ini mungkin menakutkan bagi kita, tetapi yakinlah Tuhan akan selalu besama-sama dengan kita dan Dia akan mencukupkan setiap kebutuhan kita. Biarlah virus bermutasi, tetapi kita sebagai orang percaya harus bisa beradaptasi!



Icon Man
Ps. Darmana

IBADAH - 23 Agustus 2020


Pengkhotbah : Ps. Wawan Sukarnawan


Ketika firman Tuhan disampaikan, maka kita akan disembuhkan (Mazmur 107:20).


Filipi 3:14, Efesus 1:18

Filipi 3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. 
Efesus 1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus


Ada dua jenis panggilan. Panggilan yang pertama adalah panggilan untuk diselamatkan oleh Yesus Kristus. Panggilan yang kedua adalah panggilan untuk berfungsi, yaitu menjadi berkat bagi orang lain dan menjadi alat kemuliaan Allah. Banyak panggilan Tuhan yang dinyatakan dalam alkitab. 


Belajar dari Paulus yang Tuhan panggil untuk rmenjadi rasul yang ke-13. Paulus tahu bahwa dia akan banyak menderita karena Tuhan. Belajar dari Abraham yang taat dan menerima panggilan Tuhan untuk keluar dari negerinya ke negeri yang Tuhan tunjukkan. Abraham berani untuk keluar dari zona nyaman.


Ketika Tuhan mengutus kita, Tuhan akan memperlengkapi dan Tuhan akan mencukupkan segala sesuatunya. Betapa kaya dan mulianya menerima panggilan Tuhan. Panggilan Tuhan hanyalah untuk berbuat baik dan menjadi berkat. Panggilan Tuhan harus kita lakukan dengan setia. Jika kita berpadanan dengan panggilanNya, maka Tuhan akan memberkati kita. 

  


bg pt
Ps. Wawan Sukarnawan